Tuesday, February 2, 2016

Berkenalan dengan Hidroponik Static Solution Culture

hidroponik/hid·ro·po·nik/ n cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, biasanya dikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan medium air yang berisi zat hara;

Definisi hidroponik versi KBBI diatas terdengar cukup rumit. Padahal hidroponik itu sederhana, lho! Pada dasarnya hidroponik membutuhkan air bernutrisi dan media tanam selain tanah sebagai sarana bercocok tanam. Nggak harus pakai rumah kaca / greenhouse, justru hidroponik sangat bersahabat dengan konsep urban farming / pertanian perkotaan dengan lahan terbatas.


Kebanyakan orang mengasosiasikan bercocok tanam dengan bermain tanah yang kotor dan ada cacingnya, hiy.. Nah, hidroponik menawarkan solusinya, bercocok tanam yang nggak perlu pake tanah. Trus, nanemnya gimana dong kalo ga pake tanah? 


Ada berbagai sistem hidroponik, yang paling sederhana adalah static solution culture. Sesuai namanya, ini adalah teknik hidroponik air statis / diam dan tidak mengalir, dimana akar tanaman secara terus-menerus tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrien. Cara pertama adalah dengan sistem rakit apung, dimana tanaman dalam media tanam diapungkan dengan akar yang langsung menyentuh air bernutrisi. Cara kedua adalah dengan sistem wick / sumbu, dimana netpot / pot kecil berisi tanaman dalam media tanam diapungkan berjarak diatas air bernutrisi, dengan sumbu yang membantu mengantarkan air bernutrisi ke akar tanaman dengan konsep kapilaritas. Akar tanaman dijaga sedemikian rupa supaya tidak terendam seluruhnya untuk menghindari pembusukan.